Bawaslu Buru Lakukan Sosialisasi Pengawasan Partisipatif

Namlea-Bawaslu Kabupaten Buru melakukan Sosialisasi Pengawasan Partisipatif dengan tema meningkatkan partisipasi masyarakat dalam proses daftar pemilih berkelanjutan (DPB) 2021.Sabtu (20/02/2021) bertempat di Hotel Awista Jl. Dermaga Baru, Namlea.

Acara dibuka langsung oleh Fathi Haris Thalib, selaku Ketua Bawaslu Kabupaten Buru dihadiri narasumber dari Komisi Pemilihan Umum (KPU) Gawi Gibrihi, selaku Koordinator Divisi Perencanaan dan Data.

Fathi Haris Thalib (Ketua Bawaslu Buru) dalam kesempatannya memberikan pandangan tentang kegiatan yang dimaksud dan tujuan kegiatan.

“kegiatan ini merupakan rentetan kegiatan yang diselenggarakan oleh Bawaslu RI, Bawaslu Provinsi, maupun Kabupaten kota guna membangun kesadaran masyarakat yang sudah memenuhi persyaratan sesuai dengan ketentuan Undang-undang agar dapat mempermudah KPU dan Bawaslu dalam proses pengambilan data pemilih, sehingga dapat memangkas pelanggaran dan konflik yang sering terjadi di TPS akibat ketidakakuratan data ” pungkas beliau.

Pada kesempatan yang sama Fathi juga menyampaikan bahwa belakangan ini terjadi pergulatan politik pada tataran Nasional yang berdampak pada tarik menarik kepentingan dalam penyelenggaraan pemilukada, beliau mengharapkan agar setelah kegiatan ini peserta sosialisasi dapat menginformasikan kepada masyarakat tentang pentingnya terdaftar sebaga pemilih tetap dan dapat memberikan hak pilih.

“Dalam pelaksanaan pemilihan daftar pemilih merupakan salah satu elemen penting dalam mensukseskan penyelenggaraan pemilihan itu sendiri, seperti yang kita ketahui bahwa daftar pemilih itu berproses jauh sebelum pelaksanaan pemilihan, nah ini dalam pelaksanaannya disebut Daftar Pemilih Berkelanjutan (DPB)” tambah Fathi.

Senada dengan itu Gawi Koordinator Perencanaan dan Data KPU Kabupaten Buru dalam pemaparan materi tentang Daftar Pemilih Berkelanjutan (DPB) Menjelaskan bahwa daftar Pemilih Berkelanjutan ini telah berjalan mulai dari 2020 sampai dengan 2021 ini.

“Tujuan dari Daftar Pemilih Berkelanjutan ini adalah untuk menjaga data pemilih supaya tidak stagnan pada posisi itu, tetapi melakukan perubahan dan mengupgrade data pemilih. Sehingga kami dimintakan oleh KPU RI untuk melakukan verifikasi daftar pemilih berkelanjutan”. terang beliau.

Mengakhiri kegiatan tersebut Gawi mengibaratkan pemilu sebagai manusia maka daftar pemilih seperti dua organ penting dalam tubuh manusia, yang pertama sebagai jantungnya pemilu dan kedua sebagai darahnya pemilu.

Ketika dimintai keterangan tentang perkembangan data pemilih dan upaya pembaharuan data pemilih oleh KPU, Gawi Gibrihi menyampaikan bahwa data pemilih pada Pemilihan legislatif 2019 itu adalah 95.808 orang.

Menurutnya data akhir pemilu yang dipakai untuk menyandingkan data terhadap daftar pemilih berkelanjutan ini, dan pada saat ini data KPU Kabupaten Buru sudah 97.314 kemudian mengenai upaya pembaharuan itu sendiri KPU Kabupaten Buru berkomunikasi dengan Komisi I DPRD Kabupaten Buru yang membidangi Pemerintahan untuk menjadi mediator dengan memanggil Pemerintahan dalam hal ini Dinas Kependudukan Sipil, Camat, dan Kepala Desa se-Kabupaten Buru untuk membicarakan tentang data pemilih Kabupaten Buru.

“Dari hasil pertemuan itu kami menemukan sejumlah permasalahan satu diantaranya tentang pemilih yang sudah meninggal dunia tetapi belum dihapus dari daftar pemilih karena belum ada surat keterangan meninggal dari pihak desa” ujar beliau saat ditemui Forummaluku.com

(fm-02)

  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.