Buru dan ketidakmampuan Realisasi Visi

ForumMaluku.com-Seperti yang kita ketahui Buru adalah sebuah daerah yang secara administratif dimekarkan pada Dua Puluh Dua Tahun tahun yang lalu tepatnya 12 Oktober 1999 yang dimana dalam perjalanannya sudah hampir Tiga pergantian Nahkoda, dua lewat perhelatan Pesta demokrasi dan satu ditunjuk pada awal Kabupaten ini dibentuk.

Dalam perjalanan kepemimpinan ini sudah dan barang tentu memiliki tujuan yang berbeda dan dirangkup dalam satu visi. Visi sendiri memiliki pengertian kemampuan untuk melihat pada inti persoalan, pandangan wawasan kedepan (KBBI) sehinggan bisa diartikan secara luas Visi ialah suatu rangkaian kata yang didalamnya terdapat impian , cita – cita atau nilai inti dari suatu lembaga.

Dalam perjalananya menjadi daerah otonom yang SAH secara Administratif bisa diambil visi dari salah satu kepemimpinan yaitu Ramly-Amus atau dengan jargon RAMA dimana VISI yang tertuang ialah “Kabupaten Buru Yang Maju Menuju Masyarakat Bupolo Yang Sehat, Cerdas, Berakhlak, Mandiri dan Sejahtera” dari visi ini bisa diurai ada 5 poin yang ingin dicapai dalam kepemimpinan tersebut dan bisa ditarik ke urgensifitas dari 5 poin itu ialah Cerdas, Berakhlak, Mandiri dan Sejahtera ke-4 poin ini adalah kompleksifitas dari urgensi yang memang harus dicapai dari daerah ini sebab sebagai daerah yang memang baru seumur dewasa cerdas ialah hal yang musti di raih agar menjadi daerah yang tak tertinggal dari segi Sumber Daya Manusianya, Berakhlak juga menjadi sebuah keseriusan yang memang harus disiapkan dalam meyongsong laju dan pesatnya perkembangan global yang sudah barang tentu menggeserkan nilai Budaya yang tumbuh untuk membentuk sebuah akhlak yang berbudi luhur, Mandiri bagian keharusan yang dimiliki setiap warga agar dapat menumbuhkan jiwa saing ekonomis dalam bentuk apa saja dengan daerah lain, Sejahtera ialah bagian yang memang menjadi nawacita semua orang dan semua pemimpin agar mendapatkan ruang hidup yang layak ditempat dia Huni.

Tetapi dalam pengimplementasiannya terlihat ketidakmampuan untuk mencapai itu semua. Daerah seperti kehilangan konsep dalam membangun. Kita hanya disuguhkan perihal ketidak harmonisan dan saling ketidaksukaan, padahal sifat egaliter pemipin yang bisa diharapkan menampung segala bentuk keluh kesah masyarakat hanya melahirkan ketergantungan bukannya perkembangan sehingga nawa cita yang tertuang dalam lima poin Visi bagai khayalan di siang bolong.

Apalagi ditambah dengan berbagai musibah non Alam diataranya maraknya kasus pelecehan seksual yang semakin menenggelamkan Visi pembentukan Akhlak tadi, daerah seperti tak mampu melahirkan format ideal dalam bentuk pencegahan, bahkan pengelolaan sumber daya Alam yang melimpah yang mana bisa menunjang masyarakat mandiri saja daerah tak mampu untuk mengelolanya. Selain itu sumber laboratorium pendidikan dalam hal ini Universitaspun yang menunjang pembenahan dalam segi pendidikan agar melahirkan masyarakat cerdas tak digubris, ini membuktikan lemahnya daerah untuk mencapai lima poin visi yang dimana dirangkumkan dalam visi tersebut agar bisa dicapai masyarakat Sejahtera.

Maka tak salah jika nanti ada masyarakat yang memberikan raport merah di akhir periode bentuk dari pesimisme terhadap daerah yang carut marut hingga Visi yang tak tercapai tapi malah keluar dari rel tujuan yang seharusnya kita tujuh, harapan besar agar kedepan siapapun yang melanjutkan tongkat estafet kepemimpinan ini tetap fokus pada domain dan Visi yang dicanangkan sebab Plan daerah tak boleh di abaikan.

 

Jul Batpoti

Aktivis Buru

  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •