Gerilya Politik Simbolik Aziz

ForumMaluku.com-Penggunaan simbol dalam politik adalah cara meringkas dan menguatkan pesan. Jika dalam bentuk narasi, seorang politikus harus mengemas kata-kata yang panjang dan melelahkan, maka simbol yang hanya berupa tageline, angka, warna, bunyi atau gambar, dapat meringkas sekaligus memberi energi makna yang jauh lebih dahsat.

Dengan simbol sang komonikator sudah bisa mengantarkan pesan kepada penerima pesan.

Mengingat kekuatan simbol yang luar biasa dalam menciptakan realitas, membuka wacana hingga mengubah tingkah laku dan persepsi publik, maka simbol menjadi demikian penting.

Dengan demikian, mungkin inililah yang sedang dilakukan oleh politisi PPP yang merupakan anggota DPRD Provinsi dapil Buru dan Buru Selatan Azis Hentihu. Dalam pantauan forummaluku.com Azis melalui tim creativnya telah membuat dua lomba yang berkaitan erat dengan simbol.

Lomba yang pertama adalah penyingkatan namanya menjadi sebuah tageline dan yang kedua adalah pembuatan maskot dan logo. Kedua lomba tersebut tentunya berhadiah. Lomba menyingkat nama dari Abdul Azis Hentihu dimenangkan oleh akun facebook bernama @Frimansyah Sanger dengan penyingkatan nama menjadi BAE (Bhank Azis Hentihu) dengan total hadiah Rp. 1.000.000-.

Sedangkan lomba maskot logo yang berhadiakan Rp. 5.000.000- baru saja dibuka dengan deadline waktu dari 01-25 oktober 2021. Selain itu dalam pantauan media Azis Hentihu melalui akun facebooknya @aziz hentihu mengunggah caption bertuliskan “Segera launching Gerakan Berani Hijau Se-Maluku”(03/10) bersertakan gambar kaos oblong bertuliskan “Berani Hijau” dan gambar satunya terdapat vektor tiga pucuk pimpinan DPW PPP Maluku.

Dalam praktik politik popular, simbol merupakan cara untuk menjual calon atau partai sebagai produk politik. Salah satu strategi penjualan (selling strategy) yang diklaim efektif adalah eksploitasi simbol (symbol) tertentu. Mengapa simbol?

Dr. Junaidi, Dekan Fakultas Ilmu Budaya Universitas Lancang Kuning, mengutip Coulson dkk. (1978), menjelaskan, simbol memiliki kemampuan untuk menggambarkan sesuatu yang abstrak, suatu ide, kualitas, tanda-tanda suatu objek, dan proses. Sebuah simbol, kata Junaidi, memiliki kekuatan yang luar biasa dalam menyampaikan berbagai makna.

Kini menafsirkan langkah politik simbolis Azis tentunya dapat dilihat dari beberapa dimensi kepentingan. Baik dari tugasnya sebagai Ketua Partai pada tingkatan Provinsi untuk membesarkan partai, sebagai politisi untuk mempertahankan kursi DPRDnya atau bahkan untuk kepentinganya maju pada pilkada Buru 2024. Yang pastinya gerakan politik simbolik yang sedang dibangun dapat memberikan multieffek baik bagi politik personal Azis maupun bagi partai yang dipimpinya.

(fm-01)

  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •