Mangente dan Kasi Barsih Kubur, Budaya Menjelang Natal dan Akhir Tahun

ForumMaluku.com-Tempat Pemakaman Umum (TPU) Benteng, Ambon jadi saksi bisu kenangan indah setiap menjelang natal dan akhir tahun. Kurang lebih 15 menit perjalanan dari pusat kota ambon menggunakan kendaraan pribadi atau angkutan umum, TPU Benteng terletak di Kecamatan Nusaniwe.

Masyarakat ke TPU untuk mangente dan kasi barsih kubur (mangente artinya mengunjungi /melihat, kasi barsih artinya membersihkan).

Fenomena mangente dan kasi barsih kubur merupakan nama lokal bagi ziarah kubur. Sebenarnya tidak ada sebutan baku oleh masyarakat kota Ambon untuk fenomena ini, namun kurang lebih penggunaan istilah mangente dan kasi barsih kubur sering dipakai.

Setiap masyarakat yang datang ke TPU bertujuan untuk mengunjungi makam anggota keluarga yang sudah pergi mendahului mereka.

Sejak memasuki bulan desember, mangente dan kasi barsih kubur sudah dilakukan oleh sebagian masyarakat. Namun, puncak keramaian ada di tanggal 24 mulai pagi sampai kurang lebih jam 3 siang menjelang tanggal 25 desember. Lebih dari itu, keramaian semakin berkurang karena ada ibadah persiapan natal di sore hari.

Penulis dengan percaya diri menyatakan bahwa fenomena mangente dan kasi barsih kubur ini sangat unik.

Pertama, membludaknya masyarakat yang berbondong-bondong datang ke TPU dalam hal ini TPU Benteng menyebabkan kemacetan di sepanjang jalan karena banyaknya kendaraan yang diparkir di jalan yang sempit.

Alhasil, penduduk sekitar ikut turun tangan untuk membantu melancarkan lalu lintas yang ada. Budaya masohi (atau gotong royong) dipraktikkan oleh masyarakat sekitar.

Hal unik kedua dari fenomena mangente dan kasi barsih kubur yaitu dilakukan tepat di momen natal dan akhir tahun untuk mengingat kenangan natal dan penghormatan terhadap orang-orang terkasih, melalui semangat kebersamaan dan kasih sayang.

Malam natal merupakan malam pemaknaan lahirnya Yesus Kristus bagi umat kristiani, yang biasanya dilakukan dalam kebersamaan dengan keluarga di rumah masing-masing melalui ibadah, sesi berbagi dan nasihat, dan puji-pujian. Fenomena mangente dan kasi barsih Kubur begitu spesial di hari natal.

Ketiga, fenomena ini secara tidak langsung memberdayakan ekonomi penduduk sekitar. Di TPU Benteng pada hari biasa, penjual bunga tabur bisa dihitung dengan jari. Menjelang natal banyak penduduk sekitar yang menyediakan bunga tabur untuk dibeli sampai-sampai ada yang menjual di dekat gereja Nehemia benteng (jalan masuk) yang berjarak 350 meter dari TPU.

Harga satu piring atau tas bunga tabur yaitu 10-25 ribu rupiah. Selain itu penduduk sekitar terkhususnya anak-anak ikut menjajakan jasa pameri (pembersihan kubur). Di sepanjang jalan, anak-anak memegang parang dan sapu sebagai tanda bahwa mereka menyediakan jasanya dengan tarif seikhlasnya tapi masuk akal.

Tidak hanya di TPU Benteng, Mangente dan Kasi Barsih Kubur merupakan kebiasaan yang menjadi budaya masyarakat di kota Ambon dan negeri-negeri (desa-desa) menjelang natal dan tahun baru. Budaya ini ada, menandakan bahwa momen natal dan akhir tahun merupakan momen spesial penuh kenangan dan kasih sayang bagi semua yang merayakannya.

(Tulisan ini pernah diterbitkan di kompasiana.com)

Oleh : Harry Wellsy Bakarbessy

JaWara Internet Sehat : ICT Watch Whatsaap & Kominfo RI 2021

  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •