Melihat Nasib Pengayuh Becak Di Kota Namlea

Namlea-Becak merupakan kendaraan yang cukup tua di Kota Namlea, secara sosial dan ekonomi orang yang sering menarik becak merupakan masyarakat kelas bawah dan lemah dalam finansial di kota Namlea, Kabupaten Buru.

Forummaluku.com coba menelusuri tentang jejak pembawa becak, dari lima orang yang ditemui hanya dua yang bersedia diwawancarai, tanpa ada alasan yang jelas.

“Wawancara yang lain saja, itu ada senior-senior saya” Ujar seseorang yang tak ingin memberitahu namanya

La Aru (40) salah seorang penarik becak mengatakan bahwa menjadi penarik becak harus sabar, ia pun tidak ingin berbicara jika disinggung mengenai peran Pemerintah Daerah Kabupaten Buru terhadap penarik becak yang merupakan jasa angkutan tertua.

”Penghasilan kami perhari hanya lima puluh ribu paling tinggi itu tujuh puluh ribu, saya sudah menarik becak dari tahun 2004, kalau ditahun-tahun itu sekalipun ongkos sekali tarik Cuma seribu rupiah tapi pendapatannya perhari lumayan. Apalagi kami harus menyetor dua puluh ribu kepada pemilik becak tiap hari. Yah intinya sabar” Ujar Aru

Hal serupa juga disampaikan Ardi, dia tidak ingin jika menyinggung Pemerintah Daerah dalam upaya kesejahteraan tukang becak.

“Kalau penghasilan kami ya paling lima puluh ribu atau enam puluh ribu perhari, dan untuk penyetorannya dua puluh ribu tiap hari, pokoknya kalau becak sudah keluar itu kami harus bayar dua puluh ribu” Terang Ardi kepada Forummaluku, Selasa (9/3/2021).

“Hal ini tentu harus menjadi perhatian Pemerintah Daerah Kabupaten Buru, mereka seperti terlihat takut untuk berbicara jujur mengenai kondisi mereka. Bahkan harapan untuk diperhatikan oleh Pemerintah juga nampaknya telah sirna dalam hati kecil mereka, sebagai jasa angkutan tertua mereka harusnya dapat diperhatikan oleh Pemerintah” Ungkap salah Satu warga yang enggan disebut namanya.

Dari beberapa sumber informasi yang berhasil dihimpun ForumMaluku.com, Becak pernah menjadi moda transportasi andalan di masa jayanya era tahun 1960 hingga 1980-an.

Namun dengan perkembangan zaman dimana masyarakat sudah cenderung menggunakan moda transportasi yang lebih modern, mengancam kepunahan moda transportai becak kedepanya.

(fm-02)

  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.