Mengenal Polisi Religius dan Humanis, Putra Hualoy (SBB)

Kamis 29 November 2018, keheningan yang terbalut dengan kesedihan dan rasa suka cita, bercampur aduk dalam benak keluarga besar jajaran  Polres Pulau Buru.  Sebuah perasaan yang mungkin sudah biasa dirasakan oleh Institusi negara yang bermoto  Rastra Sewakotama itu.

Pada hari tersebut, empat jabatan penting harus terotasi berdasarkan Keputusan Kepala Kepolisian Daerah Maluku Nomor I KEP/238/XI/2018 tanggal 12 November 2018.

Acara serah terima jabatan yang dipimpin langsung oleh Kapolres Buru AKBP. Ricky P. Kertapati di lapangan apel Markas Polres Pulau Buru saat itu berlangsung dengan penuh hikmat.

Pada prosesi sertijab tersebut, banyak pasang mata yang tertuju kepada sesosok pria separu baya bergestur wajah tegas  dan berkulit gelap. Dia yang menggantikan Kompol Ferry Mulyana Sunarya sebagai Wakapolres P. Buru.

Lelaki kelahiran Hualoy itu ditugaskan di Polres Buru setelah sebelumnya juga menjabat sebagai Wakapolres Kabupaten SBB.

Kehadiran lelaki bernama lengkap Kompol. Bachri Hehanusa, SE, M.SI. ini membuat banyak orang yang salah berasumsi, pasalnya dengan gestur wajahnya, juga akan terwakilkan  pada sikapnya.

Namun seiring berjalanya waktu, asumsi-asumsi tersebut guggur dengan sikap ramah, komunikatif dan adaptif dengan semua kalangan selama menjadi orang kedua di Polres P. Buru.

Kurang lebih hampir tiga tahun menjabat sebagai Wakapolres di Pulau Buru, pria yang sering disapa Pak Waka ini cukup dekat dengan Masyarakat dari berbagai kalangan. Baik dari pejabat Pemerintahan Daearah, Jurnalis, Aktfis LSM, OKP bahkan pemilik warung kopi tempat dimana dirinya biasa nongkrong.

Sikap terbuka dan komunikatif sebagai Wakapolres menjadi prestise tersendiri, dimana sebuah pemandangan indah antara kedekatan masyarakat dan Polisi secara Institusi terlihat harmonis sebagai mitra dalam menjaga persatuan dan kesatuan khsusnya di Kab. Buru sendiri.

Selain itu, lelaki yang pernah menjabat sebagai Kasi Intelek Dan Intelkam Polda Maluku ini, dikenal konsisten dalam menjalankan ritual-ritual keagamaanya.

Dalam beberapa kesempatan akhir-akhir ini, dirinya selama melakukan aktifitas diluar jam tugasnya, selalu membawa Kitab Suci Al-Quran di dalam mobilnya untuk dibagikan kepada kepada siapa saja yang ditemui.

Istiqomahnya dalam mendirikan ajaran Agama terjewatahkan dalam beberapa Program yang dijalankan Polres P. Buru. Diantaranya adalah kegiatan Takisu (Cinta Kitab Suci) yang digelorakan diwilayah Polres dan Pulau Buru.

Program Takisu ini diwajibkan kepada seluruh anggota Polres dari berbagai latar belakang agama untuk membacakan kitab Sucinya masing-masing.

Dalam pandangan Bachri  program tersebut  bisa membentuk mental anggota agar lebih baik,  memperkuat kedekatan anggota dengan Agama  maka akan memperbaiki hubungan sosial anggota sebagai sesama manusia dengan baik pula.

Selain itu, Anggota Polres P. Buru diwajibkan membaca doa bersama pada hari senin dan bagi yang Muslim akan melaksanakan  Khatam Al-Quran pada tiap jumat.

Bachri memang terlihat agresif dan masif dalam mengawal sekaligus menjalankan program-program kemanusiaan (Sosial) dan keagamaan di wilayah Polres Buru bahkan sampai menerapkanya kepada masyarakat yang berada di sekitarnya.

Dirinya juga disebut-sebut sebagai salah satu suksesor penting dalam pembangunan Masjid Ar-Ria’yah Polres Buru. Pencapian tersebut menjadi prestise tersendiri bagi dirinya, pasalnya Masjid yang dikerjakan oktober 2019 lalu kini hampir rampung, dan menjadi salah satu tempat peribadatan umat Muslim yang cukup megah di Pulau Buru.

Hanya dalam kurun waktu beberapa tahun saja, Bachri sudah mampu mengakar di mata dan hati masyarakat P. Buru. Jiwa dan Kepekaan terhadap hal-hal yang berkaitan dengan Keagamaan dan Kemanusiaan membentuk ekspektasi masyarakat agar pria kelahiran Bumi Nusa Ina Hualoy ini, bisa menghabiskan masa jabatanya sebagai Polisi aktif di Negri Kayu Putih.

 

(fm-01)

  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.