Pembahasan KUA-PPAS APBDP, Berujung Kegaduhan diinternal PDIP Maluku

ForumMaluku.com-Pembahasan KUA-PPAS APBD Perubahan Provinsi Maluku tahun 2021 yang dikritik anggota DPRD Edwin Huwae Fraksi PDI-P berujung pada kegaduhan diinternal partai besutan Megawati Soekarno Putri.

Edwin mantan Ketua DPRD periode lalu menilai bahwa dengan satu harinya pembahasan tersebut selesai, merupakan suatu hal yang tidak logis dan masuk akal.

Akibat kritikan tersebut, Edwin terancam dilaporkan kepada Badan Kehormatan (BK). Murad Isamil Gubernur Maluku dalam beberapa pernyataanya menyampaikan akan segera memimpin rapat internal PDI-P dan menunggu keputusan Badan Kehormatan.

“Dalam waktu dekat kita lakukan rapat internal PDIP dipimpin oleh saya langsung, langkah apa yang harus dilakukan. karena dua hari berturut-turut kita marathon bahas KUA-PPAS APBDP dan selesai, jadi kita tunggu keputusan BK.” Murad Ismail Ketua DPD PDIP Maluku.

Respon Murad justru kembali menuai kritik dari politisi senior PDI-P Evert Kermite. Evret bahkan meminta Murad turun dari jabatanya selaku ketua DPD PDI-P Maluku.

Di mata Kermite, paling tidak Murad Ismail telah melakukan dua kali pelanggaran prinsipil yang mencoreng murwah partai.

“Yang pertama ketika PPP Wilayah Maluku Muswil, di mana di depan Wakil Ketua Umum PPP yang adalah Wakil Menteri Agama RI, dia dengan lantang menyatakan walaupun saya Ketua DPD PDI-Perjuangan, saya akan memperjuangkan saudara Azis Hentihu sebagai bupati Pulau Buru, itu pelanggaran prinsip lho pelanggaran sangat prinsip,” beber Kermite.

“Lalu yang berikutnya kemarin dalam Sidang Paripurna DPRD tampil lagi dia untuk mengoreksi anggota DPRD yang terhormat saudara Edwin Huwae. Ngak pantas itu. Nah karena itu seharusnya bidang kehormatan partai segera menyikapi apa yang dilakukan oleh saudara Murad. Saya nilai pelanggaran yang sangat prinsip loh dan sangat tidak bermanfaat bagi pengembangan partai kedepan,” imbuhnya.

“Begitupun juga yang lain. Saya nilai, aduh kasihan sekali, partai ini kita bangun dengan darah dan air mata. Kita berhadapan dengan kekuatan orde baru dengan tentara dengan kepolisian, lalu semua enak aja datang nikmati ini partai dan seenaknya aja, ngak boleh dong seperti itu,” tukasnya.

Berbeda dengan Evret, Zuhri Wael salah satu pengurus DPD PDI-P dalam tulisanya di media sosial (facebook) justru menyatakan Huwae sebagai juawara malas ke masuk kantor.

“Bagaimana Pak Edwin yang mengaku selaku Anggota DPRD dengan mengatakan keputusan pengesahan pembahasan itu kilat, sedangkan anda sendiri sangat mungkin yang paling prestasi juara malas Ke Kantor” Tulis Zuhri.

Sementara Roni somar Sek Dpd Repdem Maluku (Sayap Partai Pdi Perjuangan) dalam rilis yang diterima forummaluku.com mengatak bahwa oknum senior yang meminta Murad Ismail mundur hanya karena kepentingan pribadi.

(Fm-04)

  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •