Ramly, Narasi Populis Dan Wacana Pilgub Maluku

ForumMaluku.com-Tahun 2024 adalah tahun yang sangat menentukan bagi setiap partai politik dalam memperebutkan tahta kekuasaan di panggung politik praktis, apakah itu untuk legislatif maupun di tataran eksekutif baik pada tingkat nasional maupun regional.

Eforia demokrasi tersebut akan dirayakan juga oleh masyarakat Maluku yang turut menyelenggarakan pemilihan Gubernur pada 2024. Beberapa tokoh dari berbagai latar belakang, terlihat telah memunculkan wajahnya diruang-ruang publik sebagai sebuah isyarat akan turut berkompetisi dalam perhelatan tersebut.

Salah satu figur yang sering mencuri perhatian publik terkait perhelatan bergengsi pada tingkatan Provinsi kali ini adalah Ketua DPD I Partai Golkar Maluku. Siapa lagi kalau bukan Bupati Buru 2 periode Ramly I Umasugi yang secara terang-terangan menyampaikan keinginanya untuk maju dalam bursa Gubernur dan Wakil Gubernur 2024 saat menyampaikan pidato pada Hut Kab. Buru ke 22.

Dalam perjalanan politiknya, Ramly adalah sosok yang cukup kontroversial. Agregasi dan manuvernya dalam merebut dan mempertahankan kepentingan selalu berbuah manis. Tak heran, dalam dunia politik ada yang menyebutnya sebagai putra kandung “dewi fortuna” figur yang dalam mitologinya digambarkan sebagai dewi pembawa keberuntungan.

Berlatarbelakang politisi murni, Ramly memang terlihat mempunyai naluri dan insting politik yang kuat dalam menentukan langkah politiknya secara bertahap. Karir politiknya tersusun rapi bagaikan anak tangga yang dimulai dari tataran yang paling bawah.

Keberuntunganya menduduki jabatan-jabatan yang membutuhkan campur tangan masyarakat tentunya tidak terlepas dari bagaimana pembawaan dirinya dengan masyarakat itu sendiri. Mulai dari proses pengenalan, pendekatan hingga meyakinkan masyarakat untuk memilih dirinya pada setiap momentum demokrasi kiranya telah selesai kalau hanya pada tataran Kabupaten Buru.

Keberhasilan yang dicapainya mulai dari anggota DPRD hingga Bupati 2 Periode dan wacana masuk dalam bursa Gubernur dan Wakil Gubernur Maluku pada 2024 tentunya tidak terlepas dari karakter kepemipinanya. Lantas karakter dan narasi sejenis apa yang dimainkan sehingga memuluskan setiap langkah politiknya?

Ramly Politisi Populis?

Beberapa waktu belakangan ini, dari berbagai literature banyak menjelaskan bahwa keberhasilan pemimpin-pemimpin yang capaianya gemilang dalam dunia politik tidak terlepas dari karakter populis yang dibangun. Misalnya dilansir dari sorongan.id, pada dataran eropa, Hungaria, politisi berhaluan populis Victor Urban bersama partainya menduduki kursi kekuasaan. Demikian juga di Polandia. Bahkan di Swedia, yang dikenal sebagai surga liberal Eropa, partai berhaluan populis Sweden Democrats mengantongi 17% suara dalam pemilu tahun 2018.

Sebelumnya di Inggris, Brexit muncul sebagai pemenang dalam referendum, dan kemenangan ini tidak terlepas dari kekuatan-kekuatan populis di negara ini. Di negara-negara Eropa lain, perolehan suara partai berhaluan populis meningkat.

Menurut harian Inggris The Guardian, sekitar 1 dari 4 warga Eropa jatuh hati pada populisme. Dari Eropa, gelombang populisme menjalar ke Amerika Serikat. Donald Trump yang diramalkan banyak pengamat bakal keok lawan Hillary Clinton muncul sebagai pemenang Pilpres. Salah satu faktor penyumbang kemenangan ini adalah retorika-retorika kampanye Trump yang membangkitkan sentimen populisme.

Di Indonesia sendiri, pada 2014 hasil survei bertajuk Power Welfare and Democracy yang dilakukan Universitas Gadjah Mada (UGM) Yogyakarta bekerja sama dengan Universitas Oslo. Disimpulkan bahwa terjadi pergeseran tipologi politik dari pola patronase yaitu kemunculan pemimpin-pemimpin yang didukung oleh para loyalis ke arah pola populisme. Artinya, saat ini di Indonesia juga mengalami pergeseran dengan semakin diminatinya pemimpin-pemimpin yang populis di mata masyarakat.

Dari sisi kebijakan, secara sederhana dapat diterjemahkan selama masa kepemimpinya, Ramly tergolong pemimpin yang populis. Hal ini terlihat dari beberapa program yang menyentuh langsung kepada kebutuhan mendasar masyarakat. Terlepas dari hal tersebut, Ramly juga bukanlah tipe pemimpin atau pejabat daerah yang ketat dengan protokolernya, ini membuat hilangnya jarak atau pembatas bagi masyarakat yang ingin bertemu langsung dengan dirinya.

Dirinya memang terkenal dengan gaya kepemimpinan open to the public, hal ini pernah ditunjukan dengan terlibat
aktif dirinya dalam penggunaan media sosial baik itu facebook hingga saat ini ke Instagram yang dikelola dirinya sendiri.

Jika bersandar pada pendekatan Kurt Weyland seperti dikutip dari tulisan Edward Aspinall yang dilansir dari Pinterpolitik, menyebut populisme sebagai strategi politik ketika seorang politisi dengan karakter personal tertentu membangun kekuatan dan dukungan secara langsung tanpa terikat institusi dari sejumlah besar masyarakat yang mayoritas adalah pengikut yang tidak terorganisir.

Artinya pada titik ini, Ramly terbilang dalam langkah politiknya menggunakan narasi populis dalam membangun kekuatan grass roots dengan melewati batasan institusi, entah itu partai politik maupun yang sejenisnya.

Modal Ramly Untuk 2024?

Seperti beberapa prefrensi diatas yang telah menjelaskan bahwa telah ada pergeseran tipologi politik, dimana masyarakat Indonesia telah cendrung menyukai pemimpin dengan karakter populis, tentunya ini juga memberikan energi tersendiri bagi Ramly dalam memuluskan niatnya maju dalam kontestasi 2024 mendatang pada level Gubernur.

Kondisi Maluku saat ini terlihat dibangun dengan mengandalkan tingkat komunikasi elit nasional dalam melancarkan berbagai sektor pembangunan, namun terkesan menutup diri dari ruang-ruang diskursus, diskusi dan ruang aspirasi masyarkat bawah. Hal ini terlihat dari karakter kepemimpinan yang dibentengi dengan keprotokoleran yang elitis dan terkesan membatasi masyarakat untuk lebih dekat dengan pemimpinya, kemudian dari cara merespon lontaran kritik dan penolakan atas beberapa kebijakan dari masyarakat dengan bernada miring.

Padahal jika kita merujuk pada pandangan Francis Fukuyama yang dalam tulisannya berjudul Infrastructure, Governance, and Trust menyebut di abad ke-21 ada sebuah tren baru di masyarakat negara-negara demokratis, masyarakat negara demokrasi saat ini menuntut tingkat partisipasi aktif yang jauh lebih tinggi dalam pemerintahan, tidak hanya melalui pemungutan suara tetapi dengan membantu menyusun proposal kebijakan yang terperinci, menetapkan anggaran, menyumbangkan ide, dan, jika perlu, memprotes secara terbuka terhadap hasil yang tidak mereka sukai.

Tren masyarakat yang dimaksudkan Fukuyama tentunya sangat bertentangan dengan karakter kepemimpinan yang tertutup dan terkesan otoriter. Tren ini lebih condong nyaman pada tipe pemimpin berkarakter populis, terbuka dan dekat dengan rakyatnya.

Meskipun secara normatif keinginan berpartisipasi masyarakat sebagaimana disampaikan Fukuyama tadi agak terbatas, setidaknya dari keterbukaan pemimpin tadi, ekspektasi masyarakat dapat tersampaikan dan menjadi bahan pertimbangan pemerintahan yang dipimpinya.

Ramly dengan karakter yang terbilang sering mengambil posisi egaliter, terbuka dan dekat dengan masyarakat mungkin akan menjadi salah satu figur yang menjadi kebutuhan rakyat Maluku pada kontestasi Pilkada 2024. Kebutuhan ini juga tentunya tidak berangkat dari ruang yang kosong, melainkan berangkat dari sebuah realitas tentang perjalanan dan dinamika pemerintahan Provinsi Maluku beberapa tahun terakhir.

 

Oleh : M. R Litiloly

(Penggiat Social Movement)

 

  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •