Reses di Hatawano dan Wasbakat, Warga Keluhkan Soal Pilkades

Namlea-Anggota DPRD Kabupaten Buru Iksan Tinggapy dari fraksi Golkar dan Irfan Papalia dari fraksi GRS (25/02-2021) daerah pemilihan tiga melakukan reses penutupan masa sidang satu tahun sidang 2020-2021.

Iksan Tinggapy kepada Forummaluku.com menerangkan bahwa reses merupakan amanat konstitusi dalam menyerap aspirasi masyarakat.

“Reses merupakan amanat konstitusi diatur dalam tata tertib DPRD dalam rangka kita menyerap aspirasi masyarakat di masa sidang ini untuk kita bentuk dalam program kita dan pokok-pokok pikiran DPRD sehingga dituangkan nanti di dalam program prioritas di tahun 2022”terangnya.

Anggota DPRD yang akrab disapa IT itu juga mengatakan bahwa pada saat melakukan reses di Desa Hatawano dan Wasbakat kemarin banyak keluhan yang disampaikan masyarakat termasuk diantaranya pemilihan kepala desa, lebih lanjut beliau mangatakan bahwa di Desa Wasbakat masyarakat sangat menginginkan pemilihan kepala desa.

“Reses yang kami lakukan di Desa Wasbakat banyak aspirasi yang disampaikan oleh masyarakat diantaranya terkait dengan keinginan masyarakat untuk melakukan pemilihan kepala desa, jadi kami sudah menyampaikan bahwa pemilihan kepala desa itu akan dilaksanakan dalam tahun ini dan mudah-mudahan Wasbakat bisa masuk dalam program yang telah kami tetapkan”pungkas beliau

Dirinya menjelaskan, bahwa DPRD juga menginginkan pemilihan kepala Desa dapat terselenggara di 82 Desa dalam serentak dan berkesinambungan, namun hal tersebut terkendala oleh anggaran.

”kami inginkan itu 82 desa di laksanakan pemilihan karena dalam Perda itu dikatakan bahwa pemilihan kepala desa itu dilaksanakan serentak dan berkesinambungan, olehnya itu kalau di Buru ini kami ingin agar pemilihan kepala desa bisa serentak di 2021. Hanya saja anggaran yang kami anggarkan ini kan belum cukup, olehnya itu kami akan melakukan rapat ulang lagi dengan BPMD guna membicarakan hal ini untuk diselesaikan, minimal selesai lebaran bukan 23 desa tapi ada 41 desa yang kami dorong untuk melaksanakan pemilihan sisanya itu akan kami laksanakan di bulan november setelah pembahasan APBD perubahan, jadi 82 desa akan diselesaikan dalam tahun ini”tambah IT kepada Forummaluku.com

IT juga mengatakan bahwa masyarakat mengeluh atas kehidupan mereka di masa pandemi ini “artinya rakyat ini kan membutuhkan sentuhan langsung dari Pemerintah Daerah, memang ada DD untuk desa yang bisa dimanfaatkan dan kami sudah sarankan kepada Pemerintah Desa agar dana desa ini tidak terlalu banyak dipakai untuk infrastruktur tetapi lebih banyak dipakai untuk pemberdayaan masyarakat, alhamdulillah di Wasbakat pembagian BLT-nya bagus tidak ada masalah tetapi ada bantuan-bantuan sosial lainnya yang ada beberapa masyarakat desa itu yang namanya hilang, kami langsung komunikasi dengan pendamping-pendampingnya alhamdulillah dipermudah dengan menyiapkan saja kartu keluarga nanti pendampingnya datang lalu di masukan ulang”ujar dirinya.

Lebih lanjut IT itu menekankan bahwa intinya rakyat itu membutuhkan sentuhan ditengah-tengah pandemi ini, karena dalam kondisi ini masyarakat sangat kesulitan.

Apalagi tambahnya, dengan kondisi APBD kami yang dalam perjalanannya sering dipotong itu juga merepotkan apalagi kalau yang dipotong itu berhubungan dengan pemberdayaan.

Mengakhiri IT mengatakan bahwa baik masyarakat Hatawano maupun Wasbakat menginginkan agar dipercepat Pemilihan Kepala Desa.

(fm-02)

  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.