Suksesor Pelantikan DPD Golkar Buru, Politisi Milenial Potensial

ForumMaluku.com-Suksesnya sebuah kegiatan tidak lepas dari peran dan kerja kepanitiaan, begitu juga terselenggaranya kegiatan pelantikan DPD II Partai Golkar Kab. buru yang terlaksana pada (07/06), di aula kantor Bupati Buru.

Pelantikan fungsionaris Golkar Kab. Buru ini terlihat cukup meriah dan penuh hikmah, tentunya dengan penerapan protokoler kesehatan yang cukup ketat.

Dari sekian runutan acara yang terbilang cukup menarik perhatian para undangan, terlepas dari sambutan Ketua DPD I Golkar Maluku yang juga sebagai Bupati aktif, dan Ketua DPD II Golkar Buru, M Rum Soplestuny yang telah dilantik, ada sosok perempuan juga menaiki mimbar dan menyampaikan pelaporan kepanitiaan pelaksanaan pelantikan DPD II Golkar Buru.

Dengan penyampaian dan pelaporan singkatnya sebagai ketua panitia perempuan bernama lengkap Alfariatuh Amatalillah inj kiranya telah menunjukan keberhasilanya dalam mengemban tugasnya sampai selesai.

Dari bastory politik kali ini, mimin tidak sekedar mengajak pembaca dan para sahabat forum, lebih menyimak kehadiran Ria, sapaan ringannya dari posisinya sebagai salah satu suksesor kegiatan tersebut, melainkan sebagai politisi muda dengan kemampuan dan agregasi politiknya yang terbilang satu langkah lebih maju dari para seniornya.

Ria terpilih sebagai anggota DPRD dari dapil III Partai Golkar, dalam masa kampanye Ria terbilang orang yang cukup blak-blakan menyampaikan isi hatinya, dari Informasi yang berhasil dihimpun forummaluku.com Ria pada masa kampanye perdananya di kecamatan Waplau 2019 lalu, dirinya bahkan tak segan meminta maaf kepada pendukungnya bahwa dirinya dalam keadaan gugup karena merupakan kali pertama dalam menyampaikan orasi politiknya.

Sebagai perempuan di usia muda dengan keberaniannya terjun kedunia politik, tentunya ini menjadi langkah yang terbilang cukup berani, namun demikian adanya dengan beberapa waktu singkat dirinya terlihat cukup cepat dalam beradaptasi.

Dirinya dikenal menjadi salah satu politisi yang rajin terjun ke masyrakat dan memiliki kepekaan dalam hal keagamaan. Dilansir dari porostimur.com (28/6/2020) dirinya sempat memberikan bantuan kubah masjid di Desa Waeruba. Kecamatan Air Buaya, Ahad

Empat kubah tersebut merupakan bantuannya untuk Masjid Baitul Atiq yang sedang dalam proses pembangunan di Desa Waeruba.

Dirinya mengatakan pemberian kubah adalah sebagai bentuk kepeduliannya dalam mendonasikan sedikit miliknya untuk agama.

“Alhamdulillah pemberian empat buah kubah untuk Masjid Baru Desa Waeruba, ini permintaan dari pihak panelitian masjid pada saat beta turun reses, dan seminggu setelahnya beta datang untuk menepati janji itu, ini juga sebagai celengan akhirat”, kata Ria.

Selain wairuba, dirinya juga sempat memberikan bantuan kepada masjid di desa Wae kose, namasina dan waipotih

Dirinya menjadi politisi yang cepat beradaptasi dengan perkembangan zaman dan teknologi dalam melakukan ekspansi politik. (Prediksi mimin mungkin dia menggunakan teorinya Carles Darwin “Bukan yang terkuat yang bertahan, melainkan mereka yang paling adaptif menghadapi perubahan”)

Selain terlibat dalam beberapa komunitas social, dirinya juga cukup aktif di pergerakan media, baik media mainstream maupun media social.

Pemanfaatan Generasi Ketiga Komunikasi Politik

Dalam pantauan Mimin, Ria memiki akun di platform IG, diantaranya adalah @officialriamarasabessy, meskipun masih dengan jumlah followers yang terbilang sedikit, akun tersebut cukup proaktif dalam mempublikasikan kegiatan-kegiatan social kemasyarakatnya.

Terkait dengan ekspansi komunikasi politik ke New Media, Blumler dan Kavanagh (1999) telah menyadari suatu kemunculan “third age of political communication” dimana media cetak dan penyiarannya akan kehilangan tempatnya sebagai saluran utama komunikasi politik pada era baru melimpahnya informasi.

Gun gun heryanto dalam media komunikasi politik, pada dinamika nya membagi tiga generasi Komunikasi Politik. yang pertama yaitu generasi retorika politik, kedua generasi media massa atau esia mainstream dan ketiga generasi new media dengan hadirnya berbagai macam platform media social.

Meskipun dirinya bukanlah orang yang pertama dan juga satu-satunya politisi yang berekspansi dengan New Media, tetapi bisa diprediksi dirinya akan menjadi politis yang potensial jika memanfaatkan Generasi ketiga komunikasi politik ini dengan baik.

Pasalnya dari data yang dikutip dari kumparan.com perusahaan analis marketing media sosial yang berbasis di Warsawa, Polandia, bernama NapoleonCat november 2019 seperempat penduduk Indonesia adalah pengguna Instagram dengan segmentasi lebih di dominasi oleh kalangan mudah atau milenial.

(fm-01)

  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •